Skip to main content

Donattttt!



Ini percobaan donat yang kedua kali. Setelah yang pertama hasilnya keras kayak batu, dan tangan keciprat minyak panas, hehehehe gatot gagal total deh....

Yang kedua,aku iseng nyoba dari majalah Lezat edisi oktober 2012 ini, kali ini pakai kentang sedikit. Tapi waktu nguleni juga belum kalis banget, cuma tenaga aku udah abis,hehehe akhirnya nekat digoreng aja deh. Mana ieva sibuk ngegangguin adonannya dimain-mainin sambil bilang kalo dia lagi jadi "masterchef"....wakakak...

Eh ternyata abis digoreng empuk kok:) horeee, terus toppingnya aku kasih cokelat Colatta putih dilumerin, ditabur meses dan keju. Beneran enak! Sampai besok sorenya, tanpa dimasukkin tempat tertutup, dimakan masih cukup empuk.

Silakan dicoba:)

Hasil jadi: sekitar 15pcs

- tepung terigu cakra 150gr
- tepung terigu segitiga biru 75gr
- kentang 100gr,kukus,haluskan
- ragi fermipan/khusus donat Ā½ bungkus
- gula pasir 70gr
- kuning telur 2 butir
- susu cair 100ml
- Mentega 1 sdm

1. Campur terigu,kentang,ragi instan,gula pasir,dan kuning telur,aduk rata dan tuangi susu cair sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata.
2. Masukkan mentega,uleni adonan hingga kalis. Bulatkan adonan,diamkan 50 menit hingga adonan mengembang 2x lipat dr adonan semula.
3. Kempiskan adonan,potong sesuai selera. Bentuk adonan bulat spti bola.
4. Giling tipis sekitar 1cm ketebalannya. Potong dgn cetakan donat. Diamkan adonan 20 menit.
5.Goreng donat dgn api kecil dan minyak agak banyak sampai kecoklatan.

SOurce: Lezat Edisi Okt 2012

Popular posts from this blog

Baby Einstein Video

Sejak usia 4 bulan, aku sering puterin video Baby Einstein buat anakku. kenapa aku pilih video ini? 1. Baby Einstein isi materinya menarik, ada jalan cerita pakai fabel binatang. Tokoh binatangnya juga variasinya nggak banyak,jadi gampang diingat sama anakku:) ada pelajaran tentang warna,bentuk,angka,dan yang paling penting, musik!:) 2. Errr...tidak menganjurkan yang bajakan sih krn gampang rusak, tapiii...kalau budget terbatas ya gapapalah beli bajakannya, hahaha prinsip ekonomi banget *malu* 3. Materinya macem2 dan mendidik banget, mulai dari angka, bentuk, warna,melukis, main, menyanyi ada semua,aku kurang tahu 1 set lengkap sebenernya ada berapa dvd, kayaknya sekitar 20 judul deh... 4. Pas muterin video,kitanya bisa istirahat bentar,hueeh kadang namanya mama kan bisa capek juga... Sebaiknya dalam sehari juga nggak sering-sering, sejam cukup:) Actually, aku ngga pernah kasih anakku nonton tv lokal dari dia bayi... menurutku tayangannya nggak ada yang "sehat". Lebih baik ki...

Review tempat main anak BSD

Aduuh udah lamaaa bertahun-tahun nggak buka blogspot lagi, gara-gara INSTAGRAM EFFECT.... bikin males nulis dan nggak produktif. Padahal kalau secara penyimpanan memori, lebih asyik blogspot yang nanti bisa diwariskan ke anak-anak lho... Ceritanya kali ini mau cerita aja tentang area main anak sekitaran BSD walaupun baru 3 tahun tinggal resmi disini. Hari biasa aktivitas aku sama anak-anak udah mayan padat, apalagi sejak ieva masuk SD dan imelda masuk TK, otomatis muternya yaaa sekitaran BSD doang, hehehe.... Eniwey, BSD sekarang macet banget yah. Sejak ada Hall ICE dan AEON, tiap weekend daerah putaran maut ITC-BSD Junction itu pasti muacet pol. Dasarnya gw emak males ngesot jalan-jalan, ini cerita beberapa tempat main anak: 1. Little Jungle, Flavor Bliss, Alam Sutera Harga Tiket 2016: WEEKDAYS  Reguler 40.000,-/anak. VIP 60.000/anak, pendamping 10.000/orang. VIP itu bisa main yangoutbond segala. WEEKEND Reguler 60.000,-/anak. VIP 90.000/anak, pendamping 15.000/orang. ...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...