Skip to main content

Hummingbird Eatery Guesthouse, Bandung


Liburan lagi ke Bandung! \(^v^)/
(Jan-Feb 2012)

Cuma short holiday sih, 3 hari 2 malem. Kota ini selalu punya daya tarik tersendiri buat aku dan suami, ngenang jaman pacaran di kampus ganesha, hehehe... Tertarik waktu mampir di websitenya Hummingbird, kafe baru di Jl Progo (belakangnya Studio Foto Jonas Jl. Banda). Ternyata dia ada Guesthousenya juga, cuma ada 8 kamar. Ya udah cepet-cepet minta tolong temen di Bandung buat booking. Lihat tampilannya di website pasti naksir deh, dan udah kebayang kalo laperpun malem-malem, bisa makan di kafenya. Berhubung kita ke Bandung hari biasa, bukan weekend, room ratenya menurut aku cukup bersahabat, 372.000/malam, kamar tipe Deluxe. Tapi kalau weekend langsung mencekik, naik jadi 497.000.

Cuma ada 2 tipe kamar, Superior dan Deluxe, kalau Superior selain lebih mahal, ranjangnya twin bed, kan ga asyik buat nginep ama hubby, hehehe...

Sampai sana udah jam 6 sore, jadi langsung check in, cuma.... Parkirannya abisss, penuh dipakai pengunjung kafe, jadi kunci mobil kita harus diserahin ke security, biar klo ada parkir kosong, mobil kita bisa langsung dipindah. Ya agak males juga sih nitipin kunci mobil ke securitynya, tapi gada cara lain karena parkirannya emang sempit buanget nget, paling STNK aja dibawa ama kita...

Guest Housenya kelihatan tertata sangat estetis, homyyy banget suasananya, letaknya di belakang kafe:) Kamar kita namanya Xantus, di lantai 2, nyaman dan gede banget, menurutku sih dengan harga segitu, dan luas kamar sedemikian gede, sangat memuaskan. Belum lagi lokasinya Hummingbird kan bener-bener tinggal jalan kaki kemana-mana, ke outlet, tempat makan, dll. Cuma karena rumah kuno, jadi agak dingin waktu masuk kamar (tapi bukan bulu kuduk berdiri kok,hehehe). Suara juga agak bergema, mungkin itu aja sih yangkurang nyaman, karena kayaknya kalau ngobrol agak kenceng dikit, bisa kedengaran ama kamar sebelah deh. Kurang kedap suara kamarnya. Mengenai fasilitas di dalem kamar mah... Buagusss buanget, sampai-sampai setiap item di kamar itu dijual, kalau ada tamu yang pengen beli. Ya semi gallery hotel jadinya... (Tapi harga lampu kecil di pinggir kasur aja 1,5jt, wheww...) Kamar mandinya aku suka, bersih dan modern banget suasananya. Cuma ieva kepleset, hahaha lantai kamar mandinya agak gak bersahabat sih ama anak kecil, licin banget. http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif Saluran televisi komplit, HBO Signature juga ada.

salah satu sudur di kafenya, cozy place:)


teras depan kamar Lt. 2

my fave bathroom :)

Secara keseluruhan, Guest Housenya recommended, terutama untuk hari biasa, room ratenya sangat bersahabat. Apalagi kalau mau kumpul ama keluarga besar, wah enak banget, ada teras luas dan sofa di depan kamar lantai 2 dan 3, pagi-pagi menikmati udara Bandung, TOP BGT.

Kekurangannya cuma masalah parkir yang sempit, tapi kalau seharian pergi jalan kayak kita, balik hotel jam 10 malem sih udah sepi parkirannya. Kekurangan kedua, kamarnya agak kurang kedap suara. Kalo bawa balita yang lagi hobi teriak-teriak, malu juga ama kamar tetangga, hehehe

Lainnya... Oke semua!:) breakfastnya juga oke banget *ttg makanannya dibahas di posting lain ya:)

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

My rest area

Bandung, 2003 Rupanya di suatu masa dalam hidup kita, ada saat-saat aku terlalu sibuk dan jarang sempat mikirin orang lain. Boro-boro, mikirin diri sendiri aja jarang sempat, lebih banyak mikirin membesarkan anak-anak, kerjaan, target di masa depan, dan aktivitas harian yang berputar sejak membuka mata pukul 5 subuh sampai tidur malam pukul 23.00. So many things to do, so little time. Namun di tengah-tengah itu, ada masa aku berhenti sebentar, terutama tahun 2017 ini, dimana anak-anakku mulai bisa mandiri, bukan lagi baby yang harus digendong kayak kangguru tiap harinya. Jalan tol pun punya rest area di sisinya. Nggak terasa aku sudah berjalan jauh, 10 tahun lamanya. Tapi jalan nggak sendiri, bersama orang yang paling aku percaya di muka bumi ini.   Tahun ini tahun dimana aku berhenti di rest area itu, memandang jauh jalan di belakang.  Tahun-tahun dengan target-target, angka-angka, penilaian-penilaian, dan PENCAPAIAN. Semuanya nggak ada artinya, kalau aku tidak...