Skip to main content

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan



Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di :

UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG
Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310

Syarat:


  1. Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online
  2. Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah)
  3. Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.
  4.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya:


Fotokopi di A4 semua ini:

  • a) Kartu keluarga
  • b) KTP kedua orangtua, harus digandeng di satu halaman A4, jangan dipisah
  • c) Paspor kedua orangtua, harus digandeng di satu halaman A4, jangan dipisah
  • d) Paspor Anak yang akan diperpanjang
  • e) Akter lahir anak
  • f) Surat pernyataan ortu, bahwa betul kita adalah ortu dari si pemohon paspor (anak kita)
SEMUA DOKUMEN WAJIB DALAM UKURAN A4(Pastikan ini, daripada disuruh pulang lagi sama petugas)

Pada hari H, bawa semua fotokopian itu dan berkas aslinya.
Bawa bolpoin hitam dan 2 lembar materai


  1. Sesampai di kantor, kita minta formulir pendaftaran di loket, isi dulu dengan bolpoin hitam dan dibubuhi meterai Rp 6000,-. 
  2. Serahkan ke petugas Pendaftaran
  3. Berkas akan dicek, dan barcode pendaftaran diserahkan ke petugas. Jika lengkap akan dapat nomer antrian loket
  4.  Tinggal tunggu nama dipanggil dan wawancara singkat untuk anak, lalu foto dan scan sidik jari di lantai 2
  5.  Tunggu berita selanjutnya via Whatsapp untuk jumlah pembayaran, no rek bank, dsb.
  6. Setelah pembayaran, kita akan dapat whatsapp kedua tentang kapan paspor sudah jadi

Popular posts from this blog

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Warung Laos Cihampelas

Nostalgia kuliner jaman kuliah... Pizza di Warung Laos udah banyak yang rekomendasiin, emang enak banget sih :) Walaupun sekarang jenis pizza itali yang tipis dan crispy mulai banyak diadopsi di Indonesia (salah satunya ama Domino Pizza), tapi belom afdol deh kalo belum ngerasain pizzanya Warung Laos. Di kalangan turis luar negeri, warung ini juga terkenal lho, sering baca reviewnya di internet. Lokasinya di Jl Cihampelas Bandung, setelah Cihampelas Walk, pelan-pelan, nengok ke kanan ada gedung gede Premiere, nah di seberangnya itulah si Warung Laos ini nyempil, kecil dan hampir nggak kelihatan, hehehe... Restoran Bandung yang beroperasi sejak 7 April 1999, didirikan beberapa pengge m ar golf yang bertemu dalam suatu turnamen di Bogor. Warung Laos sendiri mulanya lebih diperuntukkan sebagai tempat berkumpul sambil melahap makanan, sekaligus 'sedikit' membicarakan persoalan bisnis masing-masing. Sumber Untuk satu menu pizza agak besar, harganya sekitar Rp 35.000-Rp 50.000, bisa ...