Skip to main content

Seni Komunikasi Pedagang Online


Walaupun aku adalah salah satu dari sekian juta pedagang (dan tukang belanja) online,hehehe,tidak, cerita kali ini bukan tentang aku.

Ceritanya aku lagi nyari supplier baru untuk produk yang baru direncanain di online shopku. Setelah cari-cari, mencoba kontak sana-sini, melihat beberapa portofolio mereka, aku mengontak vendor A via blackberry messenger. Jawaban dan informasi yang diberikan sangat singkat,padat, tanpa basa-basi sedikitpun. Tapi penjelasannya juga baik, semua informasi bisa kudapatkan dengan kalimat si A seperti "Ya", "Oke", "Butuhnya berapa?" dst. Bersamaan dengan mengetik ввм tsb, aku sms juga beberapa vendor lain, ketemu dengan vendor B. Vendor B via sms memberikan informasi yang sama seperti A, hanya saja dengan bahasa yang (seperti biasa orang Timur) berbasa-basi. "Bu, nama saya ...., ibu butuhnya seperti apa, mungkin bisa diemail ke ...., nanti segera saya buka emailnya", dst dst. Pembicaraan mengalir lancar. Terlebih lagi, si B benar-benar langsung membalas email dengan bahasa yang enak, malah membuatkan sample produk tanpa aku minta. Good service!

Di akhir perbincangan dengan A dan B, didapatlah informasi tentang barang yang kuinginkan, dengan spesifikasi dan harga yang sama perciss ciss ciss.... Vendor mana yang kupilih untuk bekerjasama dalam waktu ke depan? Ya, si B.

Sebagai catatan, jual beli online mengandung banyak seni di dalamnya. Bukan cuma produk, tapi juga seni komunikasi dalam menyampaikan produk tersebut. Dan karena penjual dan pembeli tidak berhadapan face to face, maka "bahasa tulisan" menjadi sangat penting. Kata demi kata harus dipikirkan baik-baik sebelum merespon pembeli baik via ввм, email,maupun sms yang masuk. Salah kata, bisa membuat calon pembeli kabur. Dan kita tidak pernah tahu seberapa potensialnya si pembeli yang udah terlanjur kabur itu, hehehe.... Pembeli nggak semuanya bawel atau ngeganggu kayak banyak dikeluhkan online shop kok, beberapa malah jadi bisa nambah teman baik:)

Sebagai refleksi, di onlineshopku pun aku ngerasa belum optimal dalam memberikan service ke pembeli, dikarenakan waktu dan tenaga yang terbatas dalam mengurus produksi dan menjawab satu-persatu pertanyaan mami-mami (raising 2 children without nanny really makes me "jumpalitan") (ˆ▿ˆʃƪ) , namun semoga ke depannya aku bisa meningkatkan kualitas dalam seni komunikasi pedagang online.... :)

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Lara Djonggrang Restaurant

OMG! Ini salah satu resto impian yang pengen didatengin! :) Sering banget baca reviewnya disini: Lara Djonggrang Tugu Group The Best Nightlife in Jakarta Sepuluh Restaurant Terbaik Jakarta Mereka satu grup dalam Tugu Group, yang banyak berjasa melestarikan budaya di Indonesia. Resto peranakan sejenis di Jakarta seperti Dapur Babah di sebelah toko es krim Ragusa, dan Samarr a di Kebon Sirih. Kebetulan sejak kecil aku sudah dikenalkan sama orangtua terhadap sejarah dan budaya berbagai tempat, otomatis dari kecil pelajaran favorit aku ya sejarah, walaupun setelah jadi anak IPA jadi nggak terpakai lagi...:) Aku tertarik pertama kali sama resto ini karena baa review di internet seperti ini: "Menu-menu yang ada di Lara Djonggrang terinspirasi dari sejarah ekspansi Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah di Nusantara. “Ada dua macam menu yang disajikan Lara Djonggrang ini yaitu menu yang disantap Raja Hayam Wuruk waktu ekspansi ke daerah-...