Skip to main content

Rainbow Cake (gagal)

Niatnya pengen bikin surprise di ultah mertua... Kan kayaknya gaya, kirim kado dari jarak jauh, hehehehh... Terpikirlah ide kirim kue yang lagi naik daun, rainbow cake. Berhubung gak bakat bikin kue, mending pesan online aja deh, suruh ngirim kurir ke rumah mertua. Pesannya udah diinatin, dari 3 minggu sebelum hari H, di sebuah toko online yang biasa bikin kue. Di sms udah aku rinci, alamat dan kata-kata yang mau ditulis diatas kuenya, biar mertua gak bingung dan tahu siapa pengirimnya.

Karena hari ultahnya Minggu dan kurir tutup, aku sengaja minta dikirim hari Seninnya. Senin sore terdengar dering telepon, "Cihui, pasti mertua nih, lagi hepi terkaget-kaget" pikirku dalam hati :)

Yang ada suara kebingungan "iren, ini ada kue kiriman dari siapa?!" Aku masih ceria menjawab "iya ma, hehe sudah sampai ya". Mertua bilang "Iya, tapi dari siapa? Kenapa tulisannya from Irene & Matthew?"

Hahh...?!!sejak kapan nama suamiku jadi Matthew... Otakku berputar cepat... Waduh pasti salah tulis nama nih di kuenya! Aku cepat-cepat menyelesaikan pembicaraan di telepon dan berkali-kali meyakinkan mertua kalau kue itu dari aku dan suami, baru deh mereka tenang. (FYI, jaman sekarang kita harus hati-hati lho kalau terima paket dari pengirim gak dikenal, apalagi berupa makanan, bisa aja dalamnya beracun dsb)

Selesai nutup telepon, langsung datang sms dari si pembuat kue, dia bingung kenapa penerimanya kok kayak nggak kenal. Jadi aku bilang "Yaiyalah mbak gak kenal, orang namanya beda di kuenya". Baru balasan selanjutnya berentetan dari si mbak, minta maaf dll.

Yaaaa...gapapa sih,aku gak terlalu mempermasalahkan kejadian ini, kan pembuat kue juga manusia, mungkin ada masa-masa capeknya dan kurang konsen. Cuma sedikit kecewa aja, surprisenya agak gagal, hehe... But overall, mertua cukup happy kok:)



Popular posts from this blog

Baby Einstein Video

Sejak usia 4 bulan, aku sering puterin video Baby Einstein buat anakku. kenapa aku pilih video ini? 1. Baby Einstein isi materinya menarik, ada jalan cerita pakai fabel binatang. Tokoh binatangnya juga variasinya nggak banyak,jadi gampang diingat sama anakku:) ada pelajaran tentang warna,bentuk,angka,dan yang paling penting, musik!:) 2. Errr...tidak menganjurkan yang bajakan sih krn gampang rusak, tapiii...kalau budget terbatas ya gapapalah beli bajakannya, hahaha prinsip ekonomi banget *malu* 3. Materinya macem2 dan mendidik banget, mulai dari angka, bentuk, warna,melukis, main, menyanyi ada semua,aku kurang tahu 1 set lengkap sebenernya ada berapa dvd, kayaknya sekitar 20 judul deh... 4. Pas muterin video,kitanya bisa istirahat bentar,hueeh kadang namanya mama kan bisa capek juga... Sebaiknya dalam sehari juga nggak sering-sering, sejam cukup:) Actually, aku ngga pernah kasih anakku nonton tv lokal dari dia bayi... menurutku tayangannya nggak ada yang "sehat". Lebih baik ki...

Review tempat main anak BSD

Aduuh udah lamaaa bertahun-tahun nggak buka blogspot lagi, gara-gara INSTAGRAM EFFECT.... bikin males nulis dan nggak produktif. Padahal kalau secara penyimpanan memori, lebih asyik blogspot yang nanti bisa diwariskan ke anak-anak lho... Ceritanya kali ini mau cerita aja tentang area main anak sekitaran BSD walaupun baru 3 tahun tinggal resmi disini. Hari biasa aktivitas aku sama anak-anak udah mayan padat, apalagi sejak ieva masuk SD dan imelda masuk TK, otomatis muternya yaaa sekitaran BSD doang, hehehe.... Eniwey, BSD sekarang macet banget yah. Sejak ada Hall ICE dan AEON, tiap weekend daerah putaran maut ITC-BSD Junction itu pasti muacet pol. Dasarnya gw emak males ngesot jalan-jalan, ini cerita beberapa tempat main anak: 1. Little Jungle, Flavor Bliss, Alam Sutera Harga Tiket 2016: WEEKDAYS  Reguler 40.000,-/anak. VIP 60.000/anak, pendamping 10.000/orang. VIP itu bisa main yangoutbond segala. WEEKEND Reguler 60.000,-/anak. VIP 90.000/anak, pendamping 15.000/orang. ...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...