Skip to main content

Kinari Residence BSD

Horay, hari pengungsian alias pindahan rumah sudah tiba!

Suamiku ambil cuti 2 minggu, lumayan banget repotnya, habis siapa lagi yang bisa diandalin selain suami :p Namanya juga pindahan antarkota yang jauhnya 7 jam, menyita energi anak-anak banget nih. Si Imelda lagi batuk dahak yang kadang suka muntah di mobil (kasihaan litnya...). Si Ieva sih selalu happy,Thank God ada Ieva yang hampir selalu ceria dan nggak terlalu ngerepotin selama proses pindah rumah ini.biasanya anak-anak paling ribet kalo lagi ganti suasana super sibuk gini.

Barang-barang yang dibawa ke BSD udah dikemas jauh hari sebelumnya, untuk kurir pengiriman,aku pakai Pandu Logistic, nyewa 1 mobil box untuk angkut lemari, bed, kardus-kardus,dll. Minta dikemasin juga  ama mereka. Misal lemari dibungkus kardus, jadi nggak lecet selama perjalanan.

Karena rumah masih diberesin dan banyak tukang, kami sekeluarga browsing penginapan di sekitar BSD. Wah nemu 1 yang oke banget nih, namanya Kinari Residence, dan lokasinya juga langsung di deket exit tol BSD dari arah Pondok Indah. Strategis banget. Dan tentu saja....harganya murah!

Very recommended place, aku stay di penginapan ini 3 malam, biayanya Rp 385.000/malam, tapi ini apartemen lho, jadi ada dapurnya, kitchen set komplit dengan kompor dan penghisap asap Modena, kulkas ada freezer, TV kabel (HBO, Fox,dsb), AC, air panas, dan furnitur komplit dari bed, sofa, meja belajar, lemari. Wiiih gila deh, menurutku sesuai banget ama harganya, apalagi aku masak makanan, jadi hemat nggak perlu keluar cari makanan, cukup beli bahan baku kyk ayam atau sayur. Untuk MPASI imelda juga gak masalah karena ada freezer, tinggal bawa beras dan takahi. Oya, bawa rice cooker sendiri aja.

Suamiku sibuk ngurusin barang dan tukang, jadi aku dan anak-anak banyakan nunggu di penginapan. Tukangnya banyak banget, dari tukang ngerakit meja makan, kitchen set, wallpaper, gordyn, tukang kebun, ama parket lantai dari ace hardware. Pusing dah suamiku ngurusinnya, heheheee si istri tinggal bagian ngedesain rancangan interiornya:p  Oya, pandu logisticnya lumayan bagus kok servisnya, masa mereka dan mobil box isi barang dah nunggu di depan gerbang cluster jam 4 subuh! Janjiannya jam 7 pagi. Bukan on time ini mah, malah kerajinan, hehehe...

Hmmm area BSD emang udah menarik hati kami dari dulu, seneng banget akhirnya bisa tinggal disini juga, fasilitasnya komplit dan dekat kemana-mana, kayaknya bisa betah banget nih! :) so excited! Daftar berikutnya yang harus dilakukan.... Mengunjungi calon sekolah ieva, nyari dokter anak terpercaya area sana, dan nge-list nomer telepon darurat!

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

My rest area

Bandung, 2003 Rupanya di suatu masa dalam hidup kita, ada saat-saat aku terlalu sibuk dan jarang sempat mikirin orang lain. Boro-boro, mikirin diri sendiri aja jarang sempat, lebih banyak mikirin membesarkan anak-anak, kerjaan, target di masa depan, dan aktivitas harian yang berputar sejak membuka mata pukul 5 subuh sampai tidur malam pukul 23.00. So many things to do, so little time. Namun di tengah-tengah itu, ada masa aku berhenti sebentar, terutama tahun 2017 ini, dimana anak-anakku mulai bisa mandiri, bukan lagi baby yang harus digendong kayak kangguru tiap harinya. Jalan tol pun punya rest area di sisinya. Nggak terasa aku sudah berjalan jauh, 10 tahun lamanya. Tapi jalan nggak sendiri, bersama orang yang paling aku percaya di muka bumi ini.   Tahun ini tahun dimana aku berhenti di rest area itu, memandang jauh jalan di belakang.  Tahun-tahun dengan target-target, angka-angka, penilaian-penilaian, dan PENCAPAIAN. Semuanya nggak ada artinya, kalau aku tidak...