Skip to main content

Resep Ayam

Lebih sehat, karena buat sendiri :)

Ayam goreng tepung

Ayam 2 dada,potong kecil2

Bahan

Jeruk nipis,kecap asin

100gr tepung terigu

2 butir telur ayam

3-4 siung bwg putih,haluskan

½ sendok teh merica

2 sdm air

½ sendok teh garam (sesuai selera aja garamnya)

Lumuri ayam dgn jeruk nipis dan kecap asin/ikan secukupnya, diamkan 15menit

Campur tepung,telur kocok,air.

Masukkan bahan2 lain,masukkan ayam,aduk2 di adonan. Celup lagi di tepung terigu kering biar lbh renyah. Panaskan minyak. goreng. Walopun kulit keliatan dah coklat,goreng agak lama ya,biar dalamnya mateng bgt.


Ayam Bakar Simple

Ayam bakar kecap

Bahan:

1 ekor ayam, belah dua

1 batang sereh, ambil bagian putihnya

2 bh daun salam

50 gr amentega

Kecap manis sesukanya

100-250 ml air (dikira2 aja sesuai besar si ayam)

Haluskan:

4 buah cabe merah

3 siung bawang putih

4 buah bawang merah

1 potong lengkuas

4 buah kemiri

sepotong kunyit

garam secukupnya

Cara membuatnya:

Olesi ayam dengan bumbu halus taruh dalam panci, biarkan kurang lebih setengah jam. Tuang air kedalamnya, masukkan juga sereh dan daun salam, dan masak dengan panas sedang hingga matang. Angkat.

Panaskan oven 200°C.

Campur mentega dan kecap lumuri keseluruh ayam. Taruh ayam di loyang atau panci tahan panas, dan bakar hingga kecoklatan.Kalo gak ada oven (seperti saya),agak bar2 dikit,bakar diatas api kompor langsung, huehehe

Opor Ayam Enakkkk

Ayam 2 dada (iris2 kecil sekitar 8-10 bagian)

Bawang putih 2btr besar

bawang merah 8butir

Ketumbar sudah diulek 1 sdt

Kemiri 5 butir

Jahe sedikit

Kunyit sedikit (kalo mau warna kuning,kalo mau opor warna putih,gausah pake kunyit)

Kalo ada tambah kencur 1cm.kalo ga ada,gapapa.

Santan encer sekitar 700ml

Santan kental sekitar 300ml

Garam sedikit

Semua diulek sampai halus/blender

--------

Bumbu ditumis sampai wangi

Ayam masukkan,api sedang jgn besar2.

Masukkan lengkuas sedikit dikeprek, serai 1btg dikeprek,daun salam 3lbr.

Masukkan santan encer,aduk2 sampai ayam empuk.(Kira2 20menit)

Masukkan santan kental,aduk2.

Cicipi udah asin/gak

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

My rest area

Bandung, 2003 Rupanya di suatu masa dalam hidup kita, ada saat-saat aku terlalu sibuk dan jarang sempat mikirin orang lain. Boro-boro, mikirin diri sendiri aja jarang sempat, lebih banyak mikirin membesarkan anak-anak, kerjaan, target di masa depan, dan aktivitas harian yang berputar sejak membuka mata pukul 5 subuh sampai tidur malam pukul 23.00. So many things to do, so little time. Namun di tengah-tengah itu, ada masa aku berhenti sebentar, terutama tahun 2017 ini, dimana anak-anakku mulai bisa mandiri, bukan lagi baby yang harus digendong kayak kangguru tiap harinya. Jalan tol pun punya rest area di sisinya. Nggak terasa aku sudah berjalan jauh, 10 tahun lamanya. Tapi jalan nggak sendiri, bersama orang yang paling aku percaya di muka bumi ini.   Tahun ini tahun dimana aku berhenti di rest area itu, memandang jauh jalan di belakang.  Tahun-tahun dengan target-target, angka-angka, penilaian-penilaian, dan PENCAPAIAN. Semuanya nggak ada artinya, kalau aku tidak...