Skip to main content

Flying with a baby/toddler

Dapet postingan bermanfaat :)

Sumber

What To Pack – When You’re Flying With A Baby/Toddler

Membayangkan banyaknya bawaan yang harus kita siapkan untuk terbang dengan baby/toddler memang bisa membuat stress ya. Saran pertama, carilah diaper backpack yang kokoh. Apa harus backpack? Tentu tidak, tapi buat saya pribadi, dengan backpack artinya kedua tangan saya bisa ‘bebas’ dan mengurusi si kecil atau mendorong stroller.

Berikut ini carry-on packing list yang selalu saya gunakan:

  • Pastikan persediaan baby wipes, popok, diaper rash cream dalam tube kecil dan botol kecil hand sanitizer cukup untuk durasi penerbangan. Jangan lupa selalu bawa tas plastik (seperti yang dari supermarket). Ratakan plastik tersebut dan lipat rapih sehingga tidak makan tempat. Gunanya? Membungkus popok yang kotor sebelum di buang ke dalam tempat sampah di lavatory pesawat sampai untuk membungkus baju si kecil yang terkena muntahan/basah.
  • Bila si kecil punya mainan/selimut kesayangan, pastikan sang ‘benda berharga’ itulah yang paling pertama anda masukkan kedalam tas/backpack.
  • Obat-obatan: bila si kecil memerlukan obat-obatan khusus dari dokter masukkan semuanya kedalam satu kantong plasting transparan. Jika mempunyai kopi resep sebaiknya juga di bawa seandainya di pertanyakan pada saat security check.
  • Pakaian ganti: Selalu pastikan si kecil mempunyai beberapa ekstra set pakaian ganti. Misalnya si kecil mabuk dan muntah atau popoknya bocor, atau untuk kemungkinan terburuk, bagasi anda hilang/terlambat tiba di tempat tujuan.
  • Pakaian ganti untuk kita: Percaya deh, kita pasti akan perlu baju ganti bila si kecil muntah dalam pangkuan kita!
  • Snack & baby foods: Terbang dengan si kecil artinya kita harus menyiapkan snack, baby food, susu, jus dan air untuk mereka. Jangan lupa declare bawaan ini saat security check. Bawa juga botol/sippy cups kosong/bersih untuk minum si kecil.
  • Toys/activities pack: Sebaiknya kita memilih mainan bervolume kecil/rendah agar tidak menganggu penumpang lainnya. Buku, buku mewarnai, doodle pad, sticker books adalah beberapa mainan yang sangat berguna. Favorite anak saya adalah play dough! Dia bisa duduk manis dan main play dough berjam-jam. Bila memungkinkan beli beberapa mainan baru yang ukurannya tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Saya biasanya melakukan ‘recycle’ beberapa minggu sebelum jadwal perjalanan. Caranya dengan memilih beberapa mainan lama yang sudah nyaris tidak pernah di sentuh oleh si kecil dan saya sembunyikan, lalu di bungkus dengan kertas kado. Percaya deh, si kecil akan semangat membuka ‘kado’nya tersebut.
  • Jika si kecil sudah cukup besar untuk membawa carry-on sendiri, cobalah mengajaknya ke toko untuk memilih sendiri tasnya.
  • Children harness. Bila si kecil sedang senang-senangnya jalan sendiri, harness ini akan sangat membantu. Mereka bisa mengeluarkan energi yang ada dan kita masih bisa memastikan si kecil selalu berada dalam pengamatan kita apalagi di dalam airport yang biasanya luas.
  • iPod! Atau small video player sejenisnya. Portable DVD player juga bisa menjadi pilihan tapi biasanya mereka lebih berat dan battery lifetime-nya pendek. Upload saja film favorite si kecil atau lagu-lagu kesayangan mereka.

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Warung Laos Cihampelas

Nostalgia kuliner jaman kuliah... Pizza di Warung Laos udah banyak yang rekomendasiin, emang enak banget sih :) Walaupun sekarang jenis pizza itali yang tipis dan crispy mulai banyak diadopsi di Indonesia (salah satunya ama Domino Pizza), tapi belom afdol deh kalo belum ngerasain pizzanya Warung Laos. Di kalangan turis luar negeri, warung ini juga terkenal lho, sering baca reviewnya di internet. Lokasinya di Jl Cihampelas Bandung, setelah Cihampelas Walk, pelan-pelan, nengok ke kanan ada gedung gede Premiere, nah di seberangnya itulah si Warung Laos ini nyempil, kecil dan hampir nggak kelihatan, hehehe... Restoran Bandung yang beroperasi sejak 7 April 1999, didirikan beberapa pengge m ar golf yang bertemu dalam suatu turnamen di Bogor. Warung Laos sendiri mulanya lebih diperuntukkan sebagai tempat berkumpul sambil melahap makanan, sekaligus 'sedikit' membicarakan persoalan bisnis masing-masing. Sumber Untuk satu menu pizza agak besar, harganya sekitar Rp 35.000-Rp 50.000, bisa ...