Skip to main content

ieva's 1st trip by plane: Singapore part 01

Akhirnya nulis juga, sebenernya liburannya dah 3 bulan lewat, wkwkwk cuma malesss ngetiknya, cuma kalo nggak diketik kok sayang juga ntar hilang gitu aja memorinya, kalo dicatet di blog kan kalo ieva dah kawin ntar (halah jauh amat mikirnyaa...) masi bisa lihat experience dia selagi masih balita :)

Waktu mau berlibur ragu antara Singapur, Thailand, atau Hongkong... Cuma karena Thailand udah pernah, dan HK kejauhan, jadi milih yang terdekat aja dulu, yang kata semua orang "kotanya gampang dipelajarin". Kalo naik mobil atau kereta api mah hajjjarrr, dari ieva masi di dalem perut juga dia dah nyebrangin Laut Jawa dari Kalimantan ke Jawa, cuma kalo pesawat belom pede bawa batita gini.... :p

Setelah ngurus paspor ieva yang nggak ribet (iyalah pake calo, hahaha) dan ngurus cuti si Papa di bulan Maret beres, cihuii meluncurlah kami bermodal badan, koper, stroller, dan peta MRT fotokopian dari temen. Kita pakai paket tour, harganya reasonable dan praktis. Terdiri dari tiket PP untuk 3 orang (ieva dapet kursi di Tiger Airwaysnya), hotel 4hari 3 malem, tiket universal studio 2 orang (ieva masih gratis)

Senenggg banget bisa pergi sekeluarga jalan-jalan, itung-itung refreshinglah...

ieva nungguin boarding

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

My rest area

Bandung, 2003 Rupanya di suatu masa dalam hidup kita, ada saat-saat aku terlalu sibuk dan jarang sempat mikirin orang lain. Boro-boro, mikirin diri sendiri aja jarang sempat, lebih banyak mikirin membesarkan anak-anak, kerjaan, target di masa depan, dan aktivitas harian yang berputar sejak membuka mata pukul 5 subuh sampai tidur malam pukul 23.00. So many things to do, so little time. Namun di tengah-tengah itu, ada masa aku berhenti sebentar, terutama tahun 2017 ini, dimana anak-anakku mulai bisa mandiri, bukan lagi baby yang harus digendong kayak kangguru tiap harinya. Jalan tol pun punya rest area di sisinya. Nggak terasa aku sudah berjalan jauh, 10 tahun lamanya. Tapi jalan nggak sendiri, bersama orang yang paling aku percaya di muka bumi ini.   Tahun ini tahun dimana aku berhenti di rest area itu, memandang jauh jalan di belakang.  Tahun-tahun dengan target-target, angka-angka, penilaian-penilaian, dan PENCAPAIAN. Semuanya nggak ada artinya, kalau aku tidak...