Skip to main content

School


18 Juli 2011

Seperti ribuan mami-mami lainnya, hari ini aku juga nganterin ieva pertama kali ke sekolah :)
Perasaan yang ada pertama kali? MUALESSSS.... hahaha it doesn't mean that i don't love her :p

Berhubung biasanya jam kerjaku ngurusin dagangan online dari subuh sampai siang hari, adanya aktivitas baru nungguin anak di sekolah nggak bisa dipungkiri, cukup mengganggu jadwal yang ada sebelumnya. Tapi gampanglah itu untuk disiasati, menggeser jam kerja bukan masalah berat (inilah enaknya work at home mommy).

Hari pertama sekolah ieva kurang lancar, hahaha, biasanya dia bangun jam 9 siang, kupikir sekolah jam 10 udah pas. Ternyata hari ini dia tiba-tiba bangun pagi jam 6, anehhhh banget.... (tau kali ya mau sekolah), alhasil jam 10 sampai di sekolah dia dah mulai rewel dan nguap melulu. Belum lagi langsung orangtua diharuskan nunggu di luar kelas, ieva makin shock... selama 15 menit pertama aku denger teriakan dan tangisan dia paling kenceng, hiks tapi harus tega. Abis itu kok suasana tenang, aku jadi curiga. Bener deh...si Miss nya (gurunya) keluar, bilang kalo ieva tidur. TIDUR!!!! di hari pertama sekolah!!! hahahaha my wonderful children!

Sampai kelas selesai, dia tetep tidur.... haizz...

20 Juli 2011

Hari kedua sekolah. Kalau toddler (2-3th) kelasnya cuma Senin, Rabu, Jumat @ 2jam. Kali ini lebih siap, ieva bangun jam 9, sesuai rencana. Jadi jam 10 pas sekolah dia lagi seger banget tuh, wkwkwk... aku kuatir kalo anak ini mogok sekolah. Tapi ternyata enggak, dia kelihatan enjoy, sebelum jam masuk sekolah dia sibuk main sendiri beberapa permainan di halaman. Pas jam masuk, anak-anak ngebentuk barisan, ieva dah mau digandeng gurunya. Sekelas ada 8 orang, gurunya 6 orang, dan bahasa Inggrisnya aktif. Waktu masuk kelas, aku udah nyingkir ama mama-mama lainnya, daripada nggak tega dengar tangisan anak, hehe.... Aku dah ngebayangin ieva pasti keluar dengan mata bengkak dan idung meler, aku dengar dari dalam kelas banyaaak banget anak nangis.

Waktu jam 12 kelas dibuka, mana dia si ieva? lhah...ternyata dia lagi asyik duduk manis di kursinya! waaah surprise dan happy banget! Kata guru-gurunya juga ieva baik, bisa makan bekal sendiri, tenang, nangis cuma sebentar aja. Pas ieva menoleh ke pintu, dia langsung lari meluk aku, so sweeeet....nggak ada mata bengkak, nggak ada idung meler :)

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

My rest area

Bandung, 2003 Rupanya di suatu masa dalam hidup kita, ada saat-saat aku terlalu sibuk dan jarang sempat mikirin orang lain. Boro-boro, mikirin diri sendiri aja jarang sempat, lebih banyak mikirin membesarkan anak-anak, kerjaan, target di masa depan, dan aktivitas harian yang berputar sejak membuka mata pukul 5 subuh sampai tidur malam pukul 23.00. So many things to do, so little time. Namun di tengah-tengah itu, ada masa aku berhenti sebentar, terutama tahun 2017 ini, dimana anak-anakku mulai bisa mandiri, bukan lagi baby yang harus digendong kayak kangguru tiap harinya. Jalan tol pun punya rest area di sisinya. Nggak terasa aku sudah berjalan jauh, 10 tahun lamanya. Tapi jalan nggak sendiri, bersama orang yang paling aku percaya di muka bumi ini.   Tahun ini tahun dimana aku berhenti di rest area itu, memandang jauh jalan di belakang.  Tahun-tahun dengan target-target, angka-angka, penilaian-penilaian, dan PENCAPAIAN. Semuanya nggak ada artinya, kalau aku tidak...