Skip to main content

Sagoo- Summarecon Mall Serpong

Siang ini nyoba makan di Sagoo cabang Summarecon. Tempatnya enak, ACnya dingin, dan banyak pernak-pernik menarik disana.

Dindingnya sengaja dicat hijau pucat, untuk menunjang nuansa "tua" nya. Di satu dinding ada digital print poster besaar, isinya ringkasan sejarah rumah makan Sagoo dari generasi pertama mereka (sekitar thn 1900an). Pernak-perniknya ada cermin tua, jam, kaleng kerupuk, dsb yang ditata cukup baik, mengingatkanku pada rumah Omaku yang sekarang masih hidup, sehat, dan berusia 93th!

Aku pesan menu Ayam Goreng Wangi, si papa pesan Soto Daging dan es Kelapa Jeruk, lalu side dishnya aku pesan tahu gondrong. Ieva dan aku minum es kacang.

Ayam gorengnya keras banget, hehe walaupun rasanya enak. Harganya 29rb/porsi. Karena keras itu, jadi nyesel pesan itu. Kalau Soto Dagingnya enak dan rasanya autentik banget (26rb). Es kacang merahnya enak, kacangnya lembut, ada kolang-kaling dan cincau hitam, mangkoknya cukup besar (Rp 19rb). Tahu gondrongnya (19rb) ngingetin aku ama Tahu Tegal, rasanya enak dan sepiring penuh, tapiiiii...tahunya dikitttt banget, isinya tepung semua. Jadi menurutku agak mahal sih ya makan disini, karena porsinya kurang memuaskan. Kalau tempatnya enak banget, ada kursi-kursi nyaman berbantal, cantiklah ruangannya.

cakep yah ruangannya

si imel udah pewe banget nih, hehehe
lucu resepnya pake ejaan lama

dalemnya biasa sih, masih keren layoutnya Dapur Babah Elite

piring jadoel


pintu jadoelnya asli apa bikinan yah..keren

petromak lamp kyk punya oma gw
tahu gondrongnya enak tapi 70% tepung, hehee

ayam goreng wangi yang keras, hihihi

Popular posts from this blog

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

Lara Djonggrang Restaurant

OMG! Ini salah satu resto impian yang pengen didatengin! :) Sering banget baca reviewnya disini: Lara Djonggrang Tugu Group The Best Nightlife in Jakarta Sepuluh Restaurant Terbaik Jakarta Mereka satu grup dalam Tugu Group, yang banyak berjasa melestarikan budaya di Indonesia. Resto peranakan sejenis di Jakarta seperti Dapur Babah di sebelah toko es krim Ragusa, dan Samarr a di Kebon Sirih. Kebetulan sejak kecil aku sudah dikenalkan sama orangtua terhadap sejarah dan budaya berbagai tempat, otomatis dari kecil pelajaran favorit aku ya sejarah, walaupun setelah jadi anak IPA jadi nggak terpakai lagi...:) Aku tertarik pertama kali sama resto ini karena baa review di internet seperti ini: "Menu-menu yang ada di Lara Djonggrang terinspirasi dari sejarah ekspansi Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah di Nusantara. “Ada dua macam menu yang disajikan Lara Djonggrang ini yaitu menu yang disantap Raja Hayam Wuruk waktu ekspansi ke daerah-...