Skip to main content

Wisata 9 Hari 8 Malam Hongkong, Macau, Shenzen, Malaysia dengan Anak (5)

Day 6 (Macau) 3 November 2016


Pagi-pagi kita berangkat ke Macau, untuk tiket ferry namanya Turbojet, belinya di suatu mall di daerah Sheung Wan. Di dalam mall ini banyak loket, dan pagi itu aja udah penuh banget orang antri disitu mau nyebrang ke Macau.

Harga turbojet: 280.000/orang sekali jalan (anak-anak sama bayarnya)/560.000 PP

Pelabuhan HK: Sheung Wan
Pelabuhan Macau: Outer Harbour

Setelah menunggu di terminal, nanti nomor kapal kita akan disebutkan, lalu kita tinggal naik aja ke kapal yang sesuai. Kira-kira nyebrang ke Macau sekitar 1 jam, kapalnya gede banget jadi di dalem nggak akan mabok laut, nggak goyang sama sekali. Cuaca hari ini agak mendung, udara udah makin dingin karena sudah mau masuk bulan November.



Sampai di Macau, ikuti aja petunjuk keluar dari pelabuhan,nanti diluar pelabuhan banyak bus mangkal yang bisa menuju ke berbagai area di Macau. Kita pilih naik bus menuju ke Senado Square dulu, karena pengen lihat St. Paul's Ruin. Jalanannya menanjak dan jauuuh banget, capek plus turisnya rame banget. Sampai di St. Paul's Ruin, udah gak mood lihatnya karena full banget, dan reruntuhannya begitu doang, hahaha





Habis dari Senado Square, kita naik bus lagi menuju mall Venetian dan foto-foto, lalu cari makan siang di dalam mall. Mau naik gondola kok sepiiii ya, jadi malu dan nggak jadi naik, asli sepi banget gondolanya! Kita berkeliling Macau naik bus, ke berbagai mall tempat judi juga, tapi karena siang ya kosong ya nggak ada kehidupan. Sekitar jam 7 malam kita udah balik ke pelabuhan, untuk kembali ke Hongkong, sampai hotel jam 9 malam. Lalu langsung kembali ke hotel, ieva agak demam disitu, masuk angin kayaknya.

Day 7 (HK-Malaysia) 4 November 2016

Pagi ini kita naik bus dari Mongkok ke bandara, dekat sekali dengan hotel kita busnya (nomer bus A21).  Enak banget busnya nyaman, sekitar satu jam udah sampai di bandara. Langsung cabsss ke Malaysia, sampai malaysia (KLIA 2) sekitar jam 4 sore.





Dari bandara KLIA 2, kita naik bus ke arah Pudu Raya karena hotel kita di daerah Pudu Raya, ada bus langsung dari bandara ke Pudu Raya, nama Hotelnya Hotel Transit, enak banget deket sama tempat turun bus. Hotelnya murah tapi bagus dan enak. Beli makanan nasgor dan kwetiau dulu di sebelah hotel, nasgor di Malaysia 8 ringgit tapi porsi gede bisa buat berdua, makanan di Malaysia murah banget dibanding Indonesia. Ieva udah agak sehat, karena minum air kelapa kemasan banyak, langsung sembuh. Malam kita udah istirahat di hotel, capek tapi happy dan lega udah sampai Malaysia.

Popular posts from this blog

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Warung Laos Cihampelas

Nostalgia kuliner jaman kuliah... Pizza di Warung Laos udah banyak yang rekomendasiin, emang enak banget sih :) Walaupun sekarang jenis pizza itali yang tipis dan crispy mulai banyak diadopsi di Indonesia (salah satunya ama Domino Pizza), tapi belom afdol deh kalo belum ngerasain pizzanya Warung Laos. Di kalangan turis luar negeri, warung ini juga terkenal lho, sering baca reviewnya di internet. Lokasinya di Jl Cihampelas Bandung, setelah Cihampelas Walk, pelan-pelan, nengok ke kanan ada gedung gede Premiere, nah di seberangnya itulah si Warung Laos ini nyempil, kecil dan hampir nggak kelihatan, hehehe... Restoran Bandung yang beroperasi sejak 7 April 1999, didirikan beberapa pengge m ar golf yang bertemu dalam suatu turnamen di Bogor. Warung Laos sendiri mulanya lebih diperuntukkan sebagai tempat berkumpul sambil melahap makanan, sekaligus 'sedikit' membicarakan persoalan bisnis masing-masing. Sumber Untuk satu menu pizza agak besar, harganya sekitar Rp 35.000-Rp 50.000, bisa ...