Skip to main content

Chicken keju melt gampang

Chicken steak with Kraft Quickmelt (Kalo lagi niat)

-Ayam setengah kilo,difillet jadi tanpa tulang(ato beli yang dah jadi fillet di supermarket). Sisa ayam yg difillet+tulang bisa direbus,jadi kaldu ayam,bisa dibekuin di kulkas.
-Fillet dipukul pakai ulekan/pemukul daging sampai agak gepeng. Taburkan sedikit merica dan garam pd daging ayam.
-iris keju quickmelt kraft tebal 0,5cm dan daging ham sapi instan (yg biasa buat isi burger)
-masukkan keju+ham ke dalam daging ayam yg udah dipukul tadi,lipat/gulung sampai keju dan ham tertutup daging ayam
-celup ke campuran: telur 1 butir,garam,merica,tepung terigu 6-7 sdm,susu ultra biru plain sekitar 30cc,aduk
-guling di tepung roti merk Mamasuka (merk ini paling enak)
-goreng dgn api kecil di penggorengan,kalo bisa yang datar,setengah tercelup minyak (aku pake Happycall pan jadi matengnya pasti bagus)
-warna tepung nanti agak merah coklat gosong,goreng kira2 10-15 menit dibolak-balik biar dalamnya matang merata
-angkat,taruh di tisu biar minyak kering
-potong2,jadiii deh:D


Saus (kalau mau pakai saus)
kalo mau gampang, dicocol pake saus tomat/cabe aja juga enak kok.

Bawang bombay,jamur,saos tomat sesuai selera,tomat 1-2 butir diiris kecil2.
Tumis dgn mentega dan susu ultra biru plain 60cc,tambah merica,garam,gula
Aduk2 sampai tomat hancur meleleh,cicipi sesuai selera

Popular posts from this blog

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

Lara Djonggrang Restaurant

OMG! Ini salah satu resto impian yang pengen didatengin! :) Sering banget baca reviewnya disini: Lara Djonggrang Tugu Group The Best Nightlife in Jakarta Sepuluh Restaurant Terbaik Jakarta Mereka satu grup dalam Tugu Group, yang banyak berjasa melestarikan budaya di Indonesia. Resto peranakan sejenis di Jakarta seperti Dapur Babah di sebelah toko es krim Ragusa, dan Samarr a di Kebon Sirih. Kebetulan sejak kecil aku sudah dikenalkan sama orangtua terhadap sejarah dan budaya berbagai tempat, otomatis dari kecil pelajaran favorit aku ya sejarah, walaupun setelah jadi anak IPA jadi nggak terpakai lagi...:) Aku tertarik pertama kali sama resto ini karena baa review di internet seperti ini: "Menu-menu yang ada di Lara Djonggrang terinspirasi dari sejarah ekspansi Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah di Nusantara. “Ada dua macam menu yang disajikan Lara Djonggrang ini yaitu menu yang disantap Raja Hayam Wuruk waktu ekspansi ke daerah-...