Skip to main content

Marché


Buat yang pengen suasana beda, cobain ke Marche di Plaza Senayan Lt. 5

Dibuat dengan suasana pedesaan Swiss, detail dekorasi di restoran ini asyik deh, komplit dari bendera, baju petani digantung di tembok, sampai patung sapinya juga ada. Makanannya jenis western food, dan dibuat saat dipesan, jadi lumayan segar. Waktu masuk, kita dikasih kartu, lalu jalan-jalan aja ke beberapa booth makanan, kalau pesan nanti kartunya dicap. Bayarnya terakhir waktu udah selesai makan. (Di Indonesia apa gak takut orang kabur tanpa bayar ya?).

Booth makanannya sebetulnya nggak terlalu banyak menunya, berkisar di booth steak, kentang, sosis, juice, cold drinks, pasta, pizza. Aku pesan breast chicken with mashed potato aja, sama lemon tea. Lain kali pengen nyobain pizzanya ah, habis booth pizza lokasinya ngumpet banget di belakang, di area untuk anak-anak. Oya ada area untuk main anak juga, jadi lumayan kids friendly tempatnya. Selain itu aku nyobain cream of mushroom soup.


Okayy...secara tempat makannya, asikkk banget. Secara rasa? Jujurnya cream of mushroom soupnya aku nggak suka buanget nget nget...hahaha lidah indo kali ya. Secara tampilan supnya juga enggak menggiurkan sama sekali. Ini bener-bener jamur yang diblender dan ditambah krim. Mungkin sehat banget, tapi rasanya aku nggak bisa toleransi! Akhirnya "disumbangkan"lah satu mangkok itu ke kakakku, yang dengan senang hati perutnya bisa menerima, hahaha!

Steak ayamnya enakkkk, kelihatannya mungil secara tampilan, tapi abis dimakan.... kentangnya aja sampai nggak habis, saking mengenyangkannya menu ini. Dada ayamnya padat banget dan besar. Mashed potatonya banyak (tapi kalo aku kentangnya kurang merica dikit). Wes, almost perfect lunch deh , kecuali si sup jamur yang rasanya ajaib itu :p

me and the cow


RECOMMENDED PLACE!
Marché Plaza Senayan
Unit 500CP Plaza Senayan, 5th.floor, Jl Asia -Afrika No.8
10270 Jakarta

Tel: +62 21 5790 5856
Fax: +62 21 5790 0307
marche-ps@marche-indonesia.com

Business hours
Sunday - Thursday
11.30 - 22.00
Friday - Saturday
11.30 - 23.00

Popular posts from this blog

Baby Einstein Video

Sejak usia 4 bulan, aku sering puterin video Baby Einstein buat anakku. kenapa aku pilih video ini? 1. Baby Einstein isi materinya menarik, ada jalan cerita pakai fabel binatang. Tokoh binatangnya juga variasinya nggak banyak,jadi gampang diingat sama anakku:) ada pelajaran tentang warna,bentuk,angka,dan yang paling penting, musik!:) 2. Errr...tidak menganjurkan yang bajakan sih krn gampang rusak, tapiii...kalau budget terbatas ya gapapalah beli bajakannya, hahaha prinsip ekonomi banget *malu* 3. Materinya macem2 dan mendidik banget, mulai dari angka, bentuk, warna,melukis, main, menyanyi ada semua,aku kurang tahu 1 set lengkap sebenernya ada berapa dvd, kayaknya sekitar 20 judul deh... 4. Pas muterin video,kitanya bisa istirahat bentar,hueeh kadang namanya mama kan bisa capek juga... Sebaiknya dalam sehari juga nggak sering-sering, sejam cukup:) Actually, aku ngga pernah kasih anakku nonton tv lokal dari dia bayi... menurutku tayangannya nggak ada yang "sehat". Lebih baik ki...

Review tempat main anak BSD

Aduuh udah lamaaa bertahun-tahun nggak buka blogspot lagi, gara-gara INSTAGRAM EFFECT.... bikin males nulis dan nggak produktif. Padahal kalau secara penyimpanan memori, lebih asyik blogspot yang nanti bisa diwariskan ke anak-anak lho... Ceritanya kali ini mau cerita aja tentang area main anak sekitaran BSD walaupun baru 3 tahun tinggal resmi disini. Hari biasa aktivitas aku sama anak-anak udah mayan padat, apalagi sejak ieva masuk SD dan imelda masuk TK, otomatis muternya yaaa sekitaran BSD doang, hehehe.... Eniwey, BSD sekarang macet banget yah. Sejak ada Hall ICE dan AEON, tiap weekend daerah putaran maut ITC-BSD Junction itu pasti muacet pol. Dasarnya gw emak males ngesot jalan-jalan, ini cerita beberapa tempat main anak: 1. Little Jungle, Flavor Bliss, Alam Sutera Harga Tiket 2016: WEEKDAYS  Reguler 40.000,-/anak. VIP 60.000/anak, pendamping 10.000/orang. VIP itu bisa main yangoutbond segala. WEEKEND Reguler 60.000,-/anak. VIP 90.000/anak, pendamping 15.000/orang. ...

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...