Skip to main content

Cookies Hias

Dari buku resep terkenalnya mbak Peni Respati , pemilik www.cakemiracle.com , bukunya berjudul Kue Kering Hias terbitan Agromedia. Hehehe, hasilnya punyaku... ya jauhlahhh dibanding punya mbak Peni Respati, sekedar memuaskan rasa pengen tahu :) *ternyata ribettt bikin kue, enakan di jalur masak memasak aja deh daripada cookies....

Butter cookies (kue keringnya warna kuning)

bahan :
150 gram salted butter
150 gram margarine
350 gram terigu Kunci Biru
2 kuning telur
25 gram maizena
25 gram susu bubuk fullcream
150 gram gula halus
1/2 sdt pasta vanilla

Cara membuat :
-aduk mentega, margarine & gula halus dengan spatula
-adonan dimixer sekedar untuk meratakan, sebentaar aja
-masukkan kuning telur, aduk lagi dengan spatula
-masukkan vanilla pasta, aduk lagi
-masukkan tepung2an [maizena, susu bubuk & terigu] yang sudah diayak
-aduk lagi sampe dirasa udah pas dicetak, pada tahap ini sah2 aja kalo menambahkan terigu, namun hati2 ya, masukkan sedikit2 saja & ditimbang agar nggak kebablasan ) ,
-lapisi loyang dgn kertas roti biar bawahnya cookies gak gosong
-Panggang dalam oven 150 derajat, 20 menit (aku pake oven listrik)


Royal Icing

60 cc putih telur [kira-kira dari 2 btr telur]
225 gr gula halus, ayak dulu ya.
1 sdt cuka (saya gak pake, jd air jeruknya 2 sdt)
1 sdt air jeruk nipis

mikser putih telur & gula halus sampai kental
masukkan cuka, kocok lagi
masukkan air jeruk nipis, kocok lagi sampai rata.

bagi beberapa bagian, beri pewarna, kemudian langsung masukkan dalam piping bag, ikat erat.
icing siap digunakan untuk menghias kukis.
setelah dihias, kukis dipanggang lagi ya supaya icing matang, 50 derajat 10 menit.

Popular posts from this blog

ITB, Dulu dan Sekarang

Nggak terasa 7 tahun berlalu sejak aku lulus dari bangku kuliah. Tapi bicara tentang ITB "masa dulu", tentu lebih banyak alumni dan pakar yang sukses dan lebih pantas untuk nulis ulasan di blognya, misalnya... Aburizal Bakrie, mungkin? hahaha... *bad idea, tampaknya beliau terlalu sibuk buat nulis blog ITB dari udara tahun 1920-an Mungkin angkatanku, 2001, adalah angkatan peralihan, dimana ITB mulai tahun 2002 mulai memberlakukan penerimaan "jalur khusus" yang dikenal luas sebagai jalur orang pintar (dan berduit). Sejak saat itu lapangan-lapangan di ITB yang rimbun mulai dipugar menjadi parkir mobil. Hanya memakan waktu sekitar tiga angkatan, saat aku lulus di 2005, kedua lapangan besar di depan Aula Barat dan Aula Timur sudah disesaki mobil mahasiswa. Lapangan basket yang terkenal sejak jaman dahulu dengan kerimbunannya mulai dibongkar, yang kini menjadi area Student Centre dengan arsitektur barunya yang minimalis dan gersang. Satu-persatu bangunan kenanga...

Mengurus Perpanjangan Paspor Anak Tangerang Selatan

Mengurus perpanjangan paspor anak (paspor biasa, bukan e-paspor) nggak terlalu rumit prosedurnya, untuk area BSD aku ambil di : UNIT LAYANAN PASPOR KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANGERANG Ruko Golden Boulevard Blok E No 5-6, Lengkok Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan 15310 Syarat: Unduh/download aplikasi Layanan Paspor Online Ikuti petunjuk di aplikasi itu (daftarkan email kita, isi data sesuai perintah) Untuk imigrasi BSD ini pendaftaran antrian semua harus dari aplikasi ini, dan bukalah aplikasi ini harus hari Jumat mulai pukul sampai Minggu , itu untuk dapat nomor antrian selama 1 minggu ke depan. Di aplikasi, klik menu Antrian, pilih di peta, kantor Imigrasi tangerang Selatan, pilih hari apa dan jam berapa kita mau ke kantor itu untuk bawa berkas asli dan fotokopi. Jika sudah lengkap semua data, akan langsung dapat nomor antrian dan barcode antrian di hape kita, beserta hari rencana kedatangan.  Sambil menuju hari H, kita lengkapi dulu berkas hadcopynya: Foto...

Lara Djonggrang Restaurant

OMG! Ini salah satu resto impian yang pengen didatengin! :) Sering banget baca reviewnya disini: Lara Djonggrang Tugu Group The Best Nightlife in Jakarta Sepuluh Restaurant Terbaik Jakarta Mereka satu grup dalam Tugu Group, yang banyak berjasa melestarikan budaya di Indonesia. Resto peranakan sejenis di Jakarta seperti Dapur Babah di sebelah toko es krim Ragusa, dan Samarr a di Kebon Sirih. Kebetulan sejak kecil aku sudah dikenalkan sama orangtua terhadap sejarah dan budaya berbagai tempat, otomatis dari kecil pelajaran favorit aku ya sejarah, walaupun setelah jadi anak IPA jadi nggak terpakai lagi...:) Aku tertarik pertama kali sama resto ini karena baa review di internet seperti ini: "Menu-menu yang ada di Lara Djonggrang terinspirasi dari sejarah ekspansi Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah di Nusantara. “Ada dua macam menu yang disajikan Lara Djonggrang ini yaitu menu yang disantap Raja Hayam Wuruk waktu ekspansi ke daerah-...